Hepatitis Virus Fulminan
- Voga Care
- 27 Agu 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 13 Feb

Hepatitis fulminan adalah kerusakan hati akibat hepatitis yang disebabkan oleh virus, alkohol, atau obat-obatan. Kerusakan hati ini terjadi dengan cepat dalam hitungan minggu atau bahkan hari.
Hepatitis fulminan, atau disebut juga sebagai gagal hati akut, tergolong penyakit langka. Penyakit ini biasanya terjadi pada orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat gangguan hati atau hepatitis kronis.
Penderita hepatitis fulminan perlu segera mendapatkan penanganan agar terhindar dari komplikasi fatal.
Penyebab Hepatitis Fulminan
Hepatitis fulminan terjadi ketika sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga hati tidak dapat bekerja dengan baik. Akibatnya, racun yang yang seharusnya dibuang melalui proses metabolisme malah menumpuk di dalam tubuh. Hepatitis fulminan umumnya disebabkan oleh:
Overdosis paracetamol
Overdosis paracetamol dapat terjadi akibat konsumsi paracetamol dalam dosis yang berlebihan atau setiap hari dalam jangka waktu yang panjang.
Infeksi hepatitis
Hepatitis fulminan juga bisa menjadi komplikasi akibat infeksi hepatitis B dan D yang terjadi secara bersamaan (ko-infeksi). Meski jarang terjadi, hepatitis fulminan juga bisa disebabkan oleh infeksi hepatitis A, C, dan E.
Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hepatitis fulmina, antara lain:
Efek samping obat-obatan, seperti antibiotik, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan antikejang
Produk herbal, seperti kava, ephedra, dan pennyroyal
Infeksi virus, seperti virus Epstein-Barr, cytomegalovirus, parvovirus B19, virus demam berdarah, dan virus herpes simplex
Kondisi medis, seperti hepatitis autoimun, penyakit Wilson, kanker yang menyebar ke hati, dan sindrom Budd-Chiari
Keracunan jamur tertentu, seperti Amanita phalloides (jamur deathcap)
Gejala Hepatitis Fulminan
Pada tahap awal, hepatitis fulminan dapat menimbulkan sejumlah gejala berikut:
Demam
Lemas
Tubuh mudah lelah
Sakit perut di bagian kanan atas
Hilang nafsu makan
Mual dan muntah
Diare
Ketika penyakit makin berkembang, beberapa gejala lain yang dapat muncul antara lain:
Urine berwarna gelap
Perut membengkak (asites)
Kulit mengalami gatal-gatal
Kulit mudah memar atau berdarah
Kulit dan area putih di mata menjadi kuning (penyakit kuning)
Perubahan kondisi mental, kepribadian, atau perilaku
Mudah mengantuk
Linglung
Koma
Kapan harus ke dokter
Hepatitis fulminan dapat berkembang dengan cepat dan bisa mengancam jiwa. Oleh karena itu, jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala hepatitis fulminan seperti yang telah disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter.
Diagnosis Hepatitis Fulminan
Untuk mendiagnosis hepatitis fulminan, dokter akan terlebih dahulu bertanya kepada pasien terkait riwayat kesehatan, riwayat penggunaan obat-obatan, dan kemungkinan paparan zat racun tertentu. Selanjutnya, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik pada gejala yang muncul dan kondisi kesadaran pasien.
Setelah itu, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
Tes darah, untuk memeriksa fungsi hati dan fungsi pembekuan darah yang bisa terganggu akibat kerusakan hati
Tes pemindaian, dengan USG, CT scan, atau MRI, untuk melihat kondisi hati, dan mendeteksi tumor di sekitar hati atau organ lain
Biopsi hati, untuk mendeteksi penyebab hepatitis fulminan dengan memeriksa sampel jaringan hati
Pengobatan Hepatitis Fulminan
Umumnya, pengobatan hepatitis fulminan akan dilakukan di intensive care unit (ICU) rumah sakit. Tujuan dari pengobatan adalah untuk menangani penyebab yang mendasari penyakit ini.
Jika pasien mengalami penurunan kesadaran atau koma, dokter akan terlebih dahulu menstabilkan kondisi pasien dengan cara:
Memberikan infus cairan khusus
Memasang alat bantu pernapasan, seperti ventilator
Memberikan obat penstabil jantung dan tekanan darah
Memasang selang sonde
Jika pasien telah stabil, beberapa metode pengobatan yang dapat diberikan oleh dokter antara lain:
Obat-obatan
Dokter akan memberikan N-acetylcysteine kepada pasien yang mengalami hepatitis fulminan akibat overdosis paracetamol.
Sementara itu, pada hepatitis fulminan yang disebabkan oleh infeksi hepatitis B, dokter akan memberikan obat antivirus, seperti lamivudine. Sedangkan jika hepatitis fulminan terjadi akibat hepatitis autoimun, dokter akan memberikan obat golongan kortikosteroid atau obat penekan sistem imun (imunosupresan).
Transplantasi hati
Jika hepatitis fulminan telah berkembang hingga menyebabkan kerusakan hati yang parah, dokter akan menyarankan prosedur transplantasi hati.
Komplikasi Hepatitis Fulminan
Beberapa komplikasi yang terjadi apabila hepatitis fulminan tidak segera diobati yaitu:
Perdarahan hebat
Gagal hati
Ensefalopati hepatik
Kematian
Pencegahan Hepatitis Fulminan
Meski terjadinya hepatitis fulminan tidak selalu dapat dihindari, ada beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan, antara lain:
Melakukan vaksinasi hepatitis A dan B
Menghindari konsumsi obat tanpa anjuran dari dokter
Tidak mengonsumsi minuman beralkohol
Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menghindari infeksi
Memasak makanan hingga matang
Menerapkan perilaku seks yang sehat
Tidak menggunakan narkoba
Tidak jajan sembarangan
Berobat dan kontrol rutin ke dokter jika menderita penyakit autoimun
Sumber:
Comments